7 November 2026

Sering Mandi Malam Disebut Bisa Picu Asam Urat, Benarkah atau Hanya Mitos? - Mandi malam sering dianggap sebagai kebiasaan yang dapat membahayakan kesehatan. Salah satu anggapan yang cukup populer adalah mandi setelah larut malam bisa menyebabkan asam urat. Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih menghindari mandi malam karena khawatir mengalami nyeri sendi, terutama pada bagian kaki dan lutut.
Kepercayaan ini sudah lama beredar di masyarakat. Namun, apakah benar air dingin dan kebiasaan mandi malam dapat membuat kadar asam urat meningkat?
Sebelum mempercayainya begitu saja, penting untuk memahami bagaimana penyakit asam urat sebenarnya terjadi. Sebab, tidak semua rasa nyeri atau pegal setelah mandi malam berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
1. Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Asam Urat?
Jawabannya, belum ada bukti medis kuat yang menunjukkan bahwa mandi malam secara langsung menyebabkan penyakit asam urat.
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah zat bernama purin yang secara alami terdapat dalam sel tubuh dan sejumlah makanan. Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui ginjal dan urine.
Masalah muncul ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan optimal. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah meningkat dan kristal urat dapat terbentuk di sekitar sendi.
Jadi, penyebab utama asam urat bukanlah waktu seseorang mandi, melainkan gangguan dalam proses produksi dan pembuangan asam urat di dalam tubuh.
2. Mengapa Mandi Malam Sering Dikaitkan dengan Nyeri Sendi?
Anggapan tersebut mungkin muncul karena sebagian orang merasa tubuh lebih mudah pegal atau sendi terasa tidak nyaman setelah mandi menggunakan air dingin pada malam hari.
Suhu dingin memang dapat memengaruhi sensasi nyeri dan kekakuan pada sebagian orang. Pada penderita asam urat, suhu yang lebih rendah di bagian tubuh tertentu, terutama jari kaki, juga dapat mendukung terbentuknya kristal urat.
Namun, hal ini tidak berarti mandi malam menjadi penyebab penyakit asam urat. Ada perbedaan antara kondisi yang dapat memengaruhi kenyamanan sendi dan faktor yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat.
Jika seseorang mengalami nyeri setelah mandi malam, belum tentu keluhan tersebut merupakan serangan asam urat. Bisa saja penyebabnya adalah otot yang tegang, masalah sendi lain, atau kondisi kesehatan yang berbeda.
3. Kenali Faktor yang Sebenarnya Meningkatkan Risiko Asam Urat
Ada beberapa faktor yang lebih berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat dan risiko terjadinya serangan gout, di antaranya:
Makanan tinggi purin: konsumsi berlebihan jeroan, beberapa jenis daging merah, serta makanan laut tertentu dapat meningkatkan kadar asam urat.
Minuman tinggi gula: minuman dengan kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan produksi asam urat.
Alkohol: konsumsi alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan risiko serangan asam urat.
Gangguan fungsi ginjal: ginjal yang tidak bekerja optimal dapat mengalami kesulitan membuang asam urat.
Berat badan berlebih: kondisi ini berkaitan dengan peningkatan risiko kadar asam urat tinggi.
Faktor keturunan: riwayat keluarga juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami asam urat.
Penggunaan obat tertentu: beberapa jenis obat, seperti diuretik, dapat meningkatkan kadar asam urat pada sebagian orang.
Artinya, menjaga pola makan, memperhatikan berat badan, dan memeriksa kondisi kesehatan secara berkala jauh lebih relevan untuk mengurangi risiko asam urat dibandingkan sekadar menghindari mandi malam.
4. Seperti Apa Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai?
Asam urat atau gout memiliki gejala yang cukup khas, meskipun tidak semua penderita mengalami keluhan yang sama.
Serangan gout biasanya muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri sendi yang cukup hebat. Bagian yang terkena dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, terasa panas, dan sangat sensitif ketika disentuh.
Sendi yang paling sering terkena adalah pangkal ibu jari kaki. Namun, gout juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, tangan, dan siku.
Rasa nyerinya bahkan dapat muncul pada malam hari dan membuat seseorang sulit tidur. Jika serangan terjadi berulang kali tanpa penanganan yang tepat, kerusakan sendi dan pembentukan benjolan kristal urat atau tofi dapat terjadi.
Jika mengalami nyeri sendi hebat disertai kemerahan dan pembengkakan, sebaiknya segera periksakan diri. Terutama jika disertai demam, karena infeksi sendi juga dapat menimbulkan gejala serupa dan membutuhkan penanganan segera.
5. Bolehkah Penderita Asam Urat Mandi Malam?
Pada dasarnya, penderita asam urat tetap boleh mandi malam. Tidak ada larangan medis umum yang mengharuskan mereka menghindari mandi setelah matahari terbenam.
Namun, jika air dingin membuat sendi terasa semakin tidak nyaman, penggunaan air suam-suam kuku dapat menjadi pilihan. Pastikan tubuh dikeringkan dengan baik setelah mandi dan gunakan pakaian yang nyaman.
Hal terpenting adalah tidak menjadikan mandi malam sebagai satu-satunya hal yang diperhatikan. Penderita asam urat tetap perlu menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, menjaga pola makan, dan mengelola faktor risiko lainnya.
6. Cara Mengurangi Risiko Serangan Asam Urat
Untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali, ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Batasi konsumsi jeroan dan makanan tinggi purin tertentu.
Kurangi minuman manis, terutama yang mengandung banyak fruktosa.
Penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara cukup.
Jaga berat badan agar tetap sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
Batasi atau hindari alkohol.
Lakukan pemeriksaan kesehatan apabila memiliki riwayat asam urat atau faktor risiko.
Konsumsi obat penurun asam urat sesuai resep dan petunjuk dokter apabila memang diperlukan.
Perlu diingat, penderita asam urat tidak harus menghindari semua makanan yang mengandung purin. Pengaturan pola makan perlu dilakukan secara seimbang dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Sering Mandi Malam Disebut Bisa Picu Asam Urat, Benarkah atau Hanya Mitos?
Anggapan bahwa mandi malam dapat menyebabkan asam urat ternyata tidak didukung bukti medis yang kuat. Kebiasaan tersebut bukan penyebab langsung peningkatan kadar asam urat maupun terbentuknya kristal urat pada sendi.
Meski begitu, bukan berarti keluhan nyeri setelah mandi malam boleh diabaikan. Jika rasa sakit muncul berulang, disertai pembengkakan, kemerahan, atau terasa sangat mengganggu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan sendi bukan tentang menghindari mandi pada malam hari, melainkan memahami faktor risiko, memperhatikan pola hidup, dan melakukan pemeriksaan ketika muncul gejala yang mencurigakan. Dengan informasi yang tepat, masyarakat tidak perlu lagi khawatir terhadap mitos yang belum terbukti kebenarannya.
Up_Next
Popular_News