Korban Titanic yang Dianggap Pembohong Selama Hidupnya

Publish : 2018-10-03
Dilihat oleh : 106 org


Korban-Titanic-yang-Dianggap-Pembohong-Selama-Hidupnya

Korban Titanic yang Dianggap Pembohong Selama Hidupnya - Siapa yang tidak tau dengan kapal titanic, kapal yang tenggelam pada malam 14 April 1912 silam itu. Bila mendengar kisah dari para orang yang selamat dari Titanic, memang sangatlah mengharukan.

Sponsored

Seperti kisah Richard Norris Williams II yang berhasil melewati lautan dengan sekoci kecil selama berjam-jam dengan kaki yang terbenam dalam air es. Ketika diperiksa dokter, William diberitahu harus melakukan amputasi, tapi ia menolak. Tapi keajaiban terjadi, Kakinya tiba-tiba sembuh.

Kisah lainnya seperti kisah Jennie Louise Hansen dari Wisconsin. Ia berhasil melewati tragedi itu, tapi ia trauma dengan hal yang ia saksikan. Trauma ini bahkan merusak syaraf dalam tubuh wanita ini. Hansen dilaporkan tidak dapat meneteskan air mata lagi bila menangis.

Ada lagi satu kisah dari korban Titanic yang cukup mengejutkan. Tapi sayangnya tidak ada yang percaya dengan kisah sang korban tersebut. Ia dianggap sebagai pembohong besar. Tapi hingga kematiannya, baru lah semua kisah yang dianggap bohong ini ternyata benar.

Ia bernama Berthe Antonine Mayne yang dikenal sebagai penyanyi kabaret di Brussels. Mayne sedang menjalin hubungan dengan Fernand de Villiers, tentara asal Prancis yang sedang menjalankan tugasnya di Belgia. Ketika itu, ia bertemu dengan seorang miliuner Kanada, Quigg Edmond Baxter pada akhir 1911.

Baxter pada awalnya merupakan seorang pemain hoki, namun karena menderita cedera parah pada bagian matanya, Baxter kemudian harus berhenti bermain dan menjadi pelatih hoki. Ia melakukan perjalanan ke Eropa dengan ibu dan saudaranya dan berencana untuk kembali ke AS dengan Titanic.

Meskipun Baxter dan Mayne bertemu hanay beberapa bulan, Mayne menjadi teman keempat dalam pelayaran. Mereka naik kelas ptertama dari Cherbourg, Prancis. Mayne merasa senang karena bisa mendapatkan tiket kelas satu di kapal paling mewah di dunia. Tapi sayangnya kesenangan itu tidak berlangsung lama.

Kengerian Titanic ini di mulai ketika menabrak gunung es sekitar 300 mil tenggara Newfoundland. Ketika kapal laut tiba tiba berhenti di antah berantah, Baxter mencari tau apa yang terjadi dan menemukan Kapten Smith dan Bruce Ismay. Ia mendekati mereka dan kapten itu diguga berkata ada kecelakaan, tapi tidak apa apa.

Kapten Smith kemudian langsung bergegas ke jembatan dan menyuruh Baxter mengumpulkan keluarganya menuju ke sekoci. Baxter dengan cepat mengusir semua orang keluar dari kabin. Mayne yang sedang mengenakan mantel wol di atas gaun tidurnya ini di kawal menuju sekoci nomor 6. Ia ragu naik tanpa Baxter.

Wanita ini menyatakan bahwa untuk kembali ke kabin dan mengambil perhiasan yang tertinggal, tapi tidak terpenuhi. Kapal itu tenggelam dengan cepat. Ketika sekoci itu turun ke laut, Baxter melambaikan tangannya kepada kekasih dan para saudaranya dan ibunya.

Baxter tenggelam bersama dengan kapal Titanic. Bahkan mayatnya tidak ditemukan sampai sekarang. Setelah tragedi itu, Mayne tetap bersama dengan keluarga Baxter yang sedang berduka untuk sementara waktu. Akhirnya pun ia pindah ke Paris dan melanjutkan karier menyanyinya.

Mayne tidak menikahi siapapun setelah kejadian itu. Setelah pensiun, Mayne pindah kembali ke Brussels. Walau tidak memiliki suami ataupun anak, Mayne masih memiliki keponakan dan anggota keluarga yang dekat. Tapi sayangnya tidak ada yang percaya dengan apa yang ia lakukan dalam perjalanan Titanic di masa mudanya.

Malah keluarganya menganggapnya sebagai penipu. Tapi mereka baru percaya ketika kematian Mayne pada 1962 di usia 75 tahun. Ketika sedang memilah barang Mayne, keponakannya menemukan kotak sepatu dengan penuh kenangan seperti surat, foto, dan barang pribadi lainnya. 



Powered by Jasper Roberts - Blog